10 Februari 2020

Secara Nasional, Pertumbuhan Ekonomi di Sumut Meningkat

MEDAN | INFORMASITERPERCAYA.COM

Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) di triwulan IV tahun 2019 tumbuh 5,21 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 5,11 persen. Realisasi ini juga lebih tinggi dari nasional yang mencapai 4,97 persen dan Sumatera 4,57 persen.

Secara historis, pertumbuhan ekonomi Sumut mayoritas di atas pertumbuhan nasional. Secara spasial, pertumbuhan Sumut merupakan yang tertinggi ke 3 di antara 10 provinsi di Sumatera. “Pertumbuhan ekonomi Sumut yang mencapai 5,21 persen tertinggi ke 3 di Pulau Sumatera setelah Sumatera Selatan (Sumsel) yang mencapai 5,69 persen, Bangka Belitung (Babel) dengan 3,99 persen dan Provinsi Jambi 3,59 persen, “terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto saat Bincang Bareng Media (BBM) di Jalan Uskup Agung, Kota Medan, Provinsi Sumut, Senin (10/02/2020).

Dipaparkan Wiwiek lagi, kalau perekonomian Sumut pada triwulan IV ditopang oleh perbaikan investasi seiring dengan penyelesaian proyek-proyek infrastruktur multiyears di daerah. Sementara dari sisi eksternalnya, kinerja ekspor sedikit membaik sejalan dengan mulai membaiknya harga CPO global yang juga ditopang oleh peningkatan produktifitas tanaman kelapa sawit sejalan dengan peningkatan Lapangan Usaha (LU) Pertanian.

“Yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2019 lalu dikarenakan faktor investasi seiring dengan berlanjutnya proyek strategis infrastruktur dan pariwisata pemerintah, yang tercermin juga pada peningkatan LU Konstruksi. Di sisi lain, kontraksi impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor, turut mendorong perbaikan ekonomi, “terang Wiwiek sembari menambahkan sementara itu konsumsi rumahtangga tumbuh melambat seiring dengan stagnasi harga CPO hingga triwulan III.

Di sisi penawaran, LU pertanian tumbuh meningkat didorong oleh peningkatan produksi padi dan kelapa sawit. Sementara itu, LU industri pengolahan tumbuh melambat, dipengaruhi oleh penurunan permintaan global akan CPO serta masih tertahannya daya
beli masyarakat.

Mengenai stagnasi permintaan Tiongkok serta penurunan permintaan global, Wiwiek juga menjelaskan ekspor Sumut ke Tiongkok cenderung mengalami stagnasi sebagai dampak dari perang dagang, di sisi lain ekspor Sumut cenderung menurun ke AS, Jepang, serta India. “Impor Sumut juga mengalami penurunan khususnya dari Singapura, Tiongkok dan Malaysia, “pungkasnya.***WASGO

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*