21 Januari 2020

Terkait Surat Pemecatan

RUSDY AKAN GUNAKAN JALUR HUKUM

Nasib: Silahkan, Haknya

MEDAN | informasiterpercaya.com

SK Pemberhentian dengan tidak hormat terhadap Dirut PD Pasar dan dua direksi oleh Plt Walikota Medan disoal. Pihak direksi akan melakukan langkah untuk menguji SK tersebut sesuai dengan ketentuan hukum.

Hal itu terungkap saat Nasib yang ditunjuk sebagai Plt Dirut hendak memasuki kantor PD Pasar Kota Medan, Selasa (21/1/2020). Direktur PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya mengatakan, keberatan terkait pemberhentian itu dan hanya menerima petikan.

Menurutnya, pemecatan atas dirinya selaku Dirut PD Pasar Kota Medan, Direktur Operasional Yohny Anwar dan Direktur Pengembangan SDM Arifin Rambe bermasalah dan menyalahi kewenangan yang berlaku.

Didampingi kuasa hukumnya, Mora SH, Rusdi mengakui telah menerima surat pemecatan dirinya sebagai Direktur Utama PD Pasar Kota Medan. “Saya menerima surat pemberhentian itu tanggal 20 Januari 2020, pukul 10.15 WIB. Ternyata, petikan SK tersebut tertanggal 16 Januari 2020. Tentunya, jadi tanda tanya, ada apa,” ucap dia kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Menurut Rusdi, dirinya ditugaskan menjadi Direktur Utama dengan rentang periode selama 4 tahun, dimulai 9 Januari 2017 dan baru akan berakhir 9 Januari 2021. “Masih ada satu tahun lagi. Tentu saya akan bekerja dengan amanah. Saya diseleksi, diusung dan dilantik Wali Kota Medan,” terangnya.

Rusdi mengaku terkejut dengan pemecatan dirinya lantaran merasa sudah banyak yang dia kerjakan pada pasar- pasar di kota Medan. Dia juga mengaku sudah melakukan prestasi terbesar untuk meningkatkan PAD pada pasar. Sejak menjabat di tahun 2017, Rusdi mengungkapkan telah berhasil menaikkan laba dari Rp 1,4 miliar menjadi Rp 2,6 miliar di tahun 2018. “Ini fakta uang kita berikan. Fakta di lapangan, saya juga sudah membenahi pasar – pasar. Misalnya di Pasar Kampung Lalang yang tidak dibangun – bangun dan diawal tahun 2017 saya bangun,” tuturnya.

Selain itu, Rusdi juga mengaku telah merevitalisasi Pasar Bulan, juga menyelesaikan persoalan Pasar Marelan. “Begitu juga dengan Pasar Timah. Sudah diselesaikan secara komprehensif. Saya melakukan ini semua sesuai aturan dan ketentuan. Saya juga diperiksa akuntan publik dan PBKP,” tukas dia.

Karenanya, terkait pemecatan ini, Rusdi mengaku keberatan dan akan berkoordinasi dengan konsultasi hukum PD Pasar terkait langkah yang akan dilakukan.

Sementara, Direktur Pengembangan PD Pasar Arifin Rambe mengungkapkan akan menelaah petikan surat dari Pemko Medan. “Kita akan melakukan uji terhadap petikan tersebut sesuai ketentuan hukum. Apakah memang dibenarkan? Hanya secara petikan bisa menggugurkan jabatan dan tanggung jawab Direksi di PD Pasar,” ujarnya.

Begitu juga dengan Direktur Operasional PD Pasar Yohny Anwar. Dia mengatakan, seharusnya semua sesuai aturan, karena terkait surat yang disampaikan dia tidak tahu masalahnya. Mereka juga tidak pernah dapat SP (surat peringatan) atas perbuatan yang telah dibuat.

“Apa kesalahan saya? Sampaikan lah itu dalam konteks yang ada yakni Perda. Tidak ada keinginan saya menjadi direksi lagi. Ini masalah harga diri. Tunjukkan apa kesalahan kami. Kita ingin Medan bermartabat, sehingga lakukanlah keputusan dengan terhormat, jangan dengan cara arogan. Kalau kami menyalahi aturan, tunjukkan apa kesalahan kami. Bukan hanya kita yang tidak menerima hal ini, tapi juga keluarga. Keputusan ini terkesan tendensius karena terjadi di tahun politik,” ujarnya.

Dia juga mengaku siap keluar dari Direksi PD Pasar, namun prosedur hukum tetap dijalankan. Keberatan ini ditanggapi santai oleh Plt Dirut PD Pasar Kota Medan, Nasib. Ia mengatakan akan tetap berjalan sesuai aturan.

“Kita tetap harus berjalan sesuai dengan aturan. Dia (Rusdi Sinuraya, red) menolak itu hak dia. Dia menerima pun itu hak dia. Tapi saya berjalan sesuai dengan aturan. Di SK, sejak saat ini saya menjabat menjadi direktur di sini (PD Pasar Kota Medan). Saya juga tidak harus bekerja di kantor ini. Kantor saya dua, dimana pun saya bisa bekerja. Jika dia tetap berkantor di sini, silahkan saja. Tapi tidak boleh mengeluarkan apapun, saya akan menempuh jalur hukum. Jika ada direksi yang memerintah silahkan, tapi perhatikan saya,” terangnya.

Bagi staf-staf yang tidak memenuhi permintaan, Nasib mengatakan akan dipecat. Dirinya mengaku akan memantau perkembangan karyawan PD Pasar. “Saya akan melihat daftar absen, dan lain-lain,” ucap Kabag Perekonomian Setdako Medan ini.

Namun Nasib enggan menanggapi penyebab pemecatan Direksi PD Pasar tersebut. Dia mengaku tidak punya kuasa untuk menjawab. “Saya tidak bisa menjawab itu. Kenapa hanya tiga, berarti hanya tiga yang bermasalah,” tukasnya. Akibat keberatan itu membuat Nasib tidak jadi memasuki kantor PD Pasar Kota Medan.***wasgo

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*