5 Desember 2019

Kerugian Negara dari Moge Selundupan Garuda Ditaksir Rp1,5 M


DIREKTORAT Bea dan Cukai kementerian keuangan menaksir kerugian negara dari pennyelundurpan motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton yang diduga dilakukan petinggi Garuda Indonesia, mencapai Rp1,5 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penghitungan itu didasarkan pada harga pasaran barang selundupan tersebut.

“Perkiraan motor Harley Davidson tersebut mungkin Rp800 juta per unit sedangkan nilai sepeda Brompton berkisar Rp50-60 juta per unit. Dengan demikian total kerugian negara potensi atas yang terjadi, kalau mereka tidak protap deklarasi ini antara Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Barang ilegal tersebut, lanjut Sri Mulyani, ditemukan oleh petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta di bagian lambung pesawat. Saat pemeriksaan, para penumpang tidak menyerahkan custom declaration maupun keterangan lisan terkait barang-barang ilegal yang dikemas ke dalam 18 boks kepada petugas.

“Jadi waktu diperiksa, mereka tidak menyerahkan deklarasi kartu Bea Cukai itu, dan juga tidak menyampaikan keterangan lisan bahwa mereka memiliki barang-barang ini,” tuturnya.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, didapati 18 koli boks. terdiri dari 15 boks berisikan onderdil bekas motor Harley Davidson dengan claim tag atas nama SAW dan 3 boks berisikan dua unit sepeda dan aksesorisnya memiliki claim tag atas nama LS.

SAW, kata Sri Mulyani mengaku kepada petugas Bea Cukai barang-barang itu dibelinya melalui e bay. Namun saat ditelusuri, tidak ditemukan adanya bukti pembelian di akun e bay SAW.

“Kita juga melihat saudara SAW mempunyai utang bank sebanyak Rp300 juta yang dicairkan pada Oktober yang digunakan sebagai renovasi rumah. Kita juga melihat transfer uang kepada SAS ke rekening istrinya sebanyak tiga kali senilai Rp50 juta,” jelas Sri Mulyani.

“Kami terus akan melihat apakah saudara SAW ini memang hobi motor, yang kita ketahui dia tidak pernah punya hobi motor. Tapi mengimpor Haryley Davidson,” sambungnya.

Menyoal sanksi yang akan diberikan kepada pelaku penyelundupan, Ani sapaan karib Sri Mulyani mengungkapkan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Bea Cukai.

“Masih akan kita kembangkan, sehingga nanti kita akan lihat pasal-pasal apa saja yang bisa kita kenakan kepada yang bersangkutan. Apabila yang bersangkutan secara sengaja mencoba untuk mengalihkan perhatian kepada petugas yang lain, tentu nanti juga bisa kita gunakan pasal yang lain. Jadi kita juga bisa melihat ini karena masih dalam proses,” terangnya.***MIOL

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*