24 November 2019

Tiga Priode Jabatan Presiden

RUSAK TATANAN DEMOKRASI DAN MUNCULKAN PEMIMPIN OTORITER

MEDAN | informasiterpercaya.com

Wacana soal masa jabatan presiden ditambah menjadi 3 periode tengah menjadi perbincangan hangat terutama di kalangan partai politik (Parpol). Pasalnya, usulan masa jabatan presiden 3 periode dengan durasi kepemimpinan total selama 15 tahun muncul dalam rencana amandemen terbatas UUD 1945 di MPR.

Ternyata, wacana itu juga mendapat reaksi dari kalangan elit politik di Sumatera Utara seperti halnya Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herry Zulkarnain mengatakan, wacana penambahan jabatan presiden RI menjadi tiga priode terkesan syarat akan kepentingan baik pribadi, kelompok maupun golongan. Dan wacanan ini juga akan merusak tatanan demokrasi di Indonesia yang sudah berjalan.

“Wacana ini jelas memiliki sarat adanya kepentingan,” kata Herry Zulkarnain ketika dimintai komentarnya melalui selularnya, Minggu (23/11/2019).

Menurutnya, tiga priode bisa menciptakan pimpinan yang otoriter dan cenderung memerintah pun secara otoriter antara suka tidak suka ke depannya nanti, yang akhirnya bukan untuk membangun negara demi kesejahteraan rakyat lagi, justru membangun kepentingan sendiri, kelompok dan golongan. “Di Amerika Serikat saja, negara yang maju dan super power dua tahun dan pembangunan di sana bagus,” ungkapnya.

Masih menurut Ketua DPD Demokrat Sumut ini, dua priode untuk mewujudkan program pembangunan dan kesejahteraan rakyat sudah cukup, bukan menambah priode malah justru akan merusak tatanan yang sudah ada. Pokoknya, tegasnya, wacana tiga priode dinilai sudah mulai ngawur dan aneh. Ada kesan ingin melanggengkan kekuasaan pemerintahan.

“Kenapa saya katakan ngawur dan aneh. Semua negara di dunia ini aja dua priode kok Indonesia mau berencana menambah satu priode lagi, apakah itu tidak ngawur dan aneh,” sebut Herry.

Ditambahkan, jika wacana ini dikabulkan maka akan tercatat rekor Muri karena pertama dan sejarah di dunia, jabatan presiden tiga priode dengan masa 15 tahun. ” Saya katakan lagi, mbah-nya demokrasi (Amerika Serikat) masih dua tahun, kok Indonesia negara yang masih memerlukan perbaikan dari segala line mau tiga priode, kan lucu,” ujarnya.

“Mereka dinilai ingin mengulang masa Orde Baru di era reformasi ini. Nanti setelah sudah dapat tiga periode, lalu ingin empat periode dan seterusnya begitu juga kepala daerah tak mau kalah ingin meminta jatah satu priode dengan alasan permintaan masyarakat,” lanjut orang nomor satu di DPD Demokrat Sumut ini.

Untuk itu, mantan Anggota DPRD Kota Medan priode 2014-2019 ini mengingatkan, supaya MPR RI tidak menggolkan wacana itu. Sebab, rakyat berpotensi marah. Jika itu terjadi, maka yang repot adalah pemerintah.

“Pemerintah, DPR dan juga MPR, bekerja saja yang baik untuk rakyat. Sejahterakan rakyat. Jangan khianati dan bohongi rakyat,” katanya. Seraya mengatakan, dua periode jabatan presiden itu sudah ideal dan terbaik. Jika sampai tiga periode masyarakat akan muak,” sebutnya.

Hal senaga juga dikatakan Jumadi selaku Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS. Disebutkannya, wacana tiga priode jabatan presiden justru akan merubah aturan yang sudah ada. “Jika ini terjadi maka banyak yang akan dibenturkan dengan kepentingan kekuasaan,” katanya.

Dia menegaskan, secara pribadi dirinya sangat tidak setuju. Sebab, tiga priode akan menimbulkan kepentingan dan tidak sesuai dengan keinginan rakyat yang menginginkan kesejahteraan. “Kasihan rakyat jika dibenturkan dengan kepentingan. Pikirkanlah rakyat di bawah yang tidak tahu apa-apa,” ujar Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS ini.

Jika ingin fokus dengan pembangunan dan kesejhateraan rakyat, meurut Jumadi, dua priode jika benar-benar fokus dan iklas dalam menjalankan amanah rakyat insya Allah terwujud sebagaimana harapan kita semua. “Berikan kesempatan orang lain yang ingin berkarya melalui duni perpolitikan. Jika tiga priode berarti kesempatan untuk berkarya sangat tipis tercapai,” sebutnya.

Untuk itu, dia mengharapkan supaya wacana ini untuk sementara jangan dibahas dulu, melainkan bagaimana mewujudkan negara yang memiliki sumber daya alam yang cukup tinggi ini dikelola dengan baik demi kesejateraan rakyat. “Ingat demi rakyat yang ingin kemakmuran,” katanya.***ADI WASGO

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*