15 Oktober 2019

Trump Telepon Erdogan Minta Hentikan Serangan Militer ke Suriah

Mandatory Credit: Photo by Evan Vucci/AP/Shutterstock (10358411r) President Donald Trump talks to reporters on the South Lawn of the White House, in Washington, as he prepares to leave Washington for his annual August holiday at his New Jersey golf club Trump, Washington, USA – 09 Aug 2019


WASHINGTON | informasiterpercaya.com

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menghentikan invasi Suriah.

Hal tersebut disampaikan Trump dalam percakapan via telepon dengan Erdogan pada Senin (14/10) waktu setempat.

Wakil Presiden (Wapres) Mike Pence menyatakan bahwa dalam percakapan via telepon tersebut, Trump mendesak Erdogan untuk “menghentikan invasi, untuk memberlakukan gencatan senjata segera dan untuk memulai negosiasi dengan pasukan Kurdi di Suriah,” kata Pence kepada para wartawan.

Pence menambahkan bahwa dirinya akan segera pergi ke Turki atas arahan Trump.

“Dia mengarahkan saya untuk memimpin delegasi. Saya akan berangkat secepat mungkin untuk pergi ke wilayah tersebut guna mengupayakan gencatan senjata dan penyelesaian negosiasi,” ujar Pence seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/10/2019).

Sebelumnya, Trump telah memerintahkan untuk menarik seluruh pasukan AS dari wilayah Suriah utara — sekitar 1.000 tentara — seiring Turki melancarkan operasi militer terhadap pasukan Kurdi di wilayah tersebut.

Dengan didukung para militan Suriah, militer Turki pada Rabu (9/10) waktu setempat telah memulai serangan-serangan udara dan darat terhadap kelompok milisi Kurdi, Kurdish People’s Protection Units (YPG) yang didukung Amerika Serikat.

Pemerintah Turki telah sejak lama menentang dukungan AS pada YPG dalam perang melawan kelompok ISIS. Ankara menyebut milisi tersebut sebagai cabang “teroris” dari kelompok pemberontak Kurdi di wilayah Turki, yang selama ini kerap melancarkan serangan.

Erdogan telah bersumpah bahwa operasi militer terhadap pasukan Kurdi di Suriah tersebut “tak akan berhenti”.

“Sekarang ada ancaman-ancaman yang datang dari kanan dan kiri, menyuruh kami untuk menghentikan ini,” ujar Erdogan. “Kami tak akan mundur,” tegasnya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (12/10/2019).***DTK

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*