4 Oktober 2019

Ulama Besar Syiah Serukan Pemerintah Irak Perhatikan Tuntutan Demonstran


BAGHDAD—Ulama Syiah terkemuka di Irak, Ayatollah Ali Sistani menyampaikan dukungan atas aksi-aksi demo yang tengah marak di negara tersebut. Ulama besar Syiah itu bahkan menyerukan pemerintah untuk memperhatikan tuntutan para demonstran “sebelum terlambat.”

Berbicara lewat seorang perwakilan, Sistani menyatakan pemerintah “harus melakukan apa yang dapat dilakukannya untuk meningkatkan layanan publik, menemukan pekerjaan bagi para penganggur, mengakhiri klientelisme, menangani masalah korupsi dan memenjarakan mereka yang terlibat dalam korupsi”.

“Pemerintah harus mengubah pendekatannya dalam menangani masalah-masalah negara,” kata ulama besar tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/10/2019). Dia menambahkan bahwa para anggota parlemen juga memikul tanggung jawab besar.

Sistani memiliki pengaruh besar di kalangan komunitas warga Syiah Irak, yang ikut dalam aksi-aksi demo antipemerintah yang terjadi selama empat hari terakhir.

Sistani mengingatkan pemerintah Irak, yang didominasi faksi-faksi Syiah, bahwa aksi-aksi protes tersebut hanya akan makin meningkat jika pemerintah gagal menangani keluhan-keluhan rakyat.

Para demonstran telah berulang kali bentrok dengan polisi antihuru-hara dan tentara di Baghdad dan di kota-kota yang didominasi warga Syiah.

Menurut sumber-sumber medis dan keamanan, setidaknya 36 orang telah tewas dalam bentrokan tersebut, termasuk empat polisi, sejak aksi-aksi demo pecah pada Selasa (1/10) waktu setempat.

Aksi protes ini dimulai pada Selasa (1/10) di Baghdad dan menyebar ke wilayah-wilayah selatan Irak yang dihuni mayoritas warga Syiah. Sejumlah kota telah menerapkan aturan jam malam namun para demonstran tetap membanjiri jalan-jalan. Dalam aksinya, para demonstran memprotes tingginya korupsi, pengangguran dan buruknya layanan publik di bawah pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi.***DTK

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*