2 Oktober 2019

Boeing Bersikeras Targetkan 737 MAX Kembali Mengudara Tahun Ini


WASHINGTON DC—Pihak Boeing masih menargetkan kuartal keempat tahun ini sebagai kerangka waktu bagi otoritas penerbangan federal (FAA) untuk menyetujui kembalinya Boeing 737 MAX ke udara, setelah dua kecelakaan tragis yang menewaskan total 346 orang.

Seperti dilansir AFP, Rabu (2/10/2019), kuartal keempat merujuk pada tiga bulan terakhir pada tahun 2018 ini. Diketahui bahwa Boeing 737 MAX di-grounded sejak Maret lalu, usai dua tragedi maut Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302.

Pekan lalu, Boeing menggelar uji simulasi bagi para pilot dari maskapai-maskapai penerbangan terkemuka AS. Uji simulator itu dimaksudkan untuk menguji sistem baru pada Boeing 737 MAX usai dua tragedi maut yang menjadi sorotan global.

Menurut beberapa pihak yang memahami isu ini, perubahan yang dilakukan oleh Boeing menerima respons positif sehingga menaikkan harapan Boeing untuk memenuhi target yang telah ditetapkannya.

“Sementara keputusannya tergantung pada regulator, kami terus bekerja demi kembali mengudaranya MAX pada kuartal keempat tahun ini,” ucap juru bicara Boeing, Gordon Johndroe, kepada AFP.

Uji simulasi itu digelar di Miami pekan lalu dan melibatkan pilot-pilot dari maskapai American Airlines, Southwest Airlines dan United Airlines. Dalam uji simulasi itu, para pilot menguji upgrade yang dilakukan Boeing terhadap Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS), sistem pengendalian penerbangan yang diyakini berkontribusi pada dua tragedi maut pada Oktober 2018 dan Maret lalu.

Kerangka waktu untuk kembali mengudaranya Boeing 737 MAX telah berulang kali dimundurkan sejak jenis pesawat paling laku dari Boeing ini di-grounded pada pertengahan Maret lalu.

Kepala Otoritas Penerbangan Federal AS atau FAA, pekan lalu, menyatakan keputusan untuk mencabut grounding terhadap Boeing 737 MAX tergantung pada regulator penerbangan masing-masing negara. Hal ini menandai kurangnya konsensus di antara regulator-regulator penerbangan global.

Secara terpisah, CEO Boeing Dennis Muilenburg mengungkapkan kemungkinan adanya ‘pencabutan grounding secara bertahap’ karena regulator penerbangan di Eropa kecil kemungkinan akan bertindak secepat FAA.***DTK

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*