29 September 2019

Soal Pangsa Ekonomi

WIWIEK: SUMUT LEBIH TINGGI DARI 10 PROPINSI DI PULAU SUMATERA

SIMALEM RESORT—Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengungkapkan, dari 10 propinsi di pulau Sumatera, ternyata Propinsi Sumatera Utara memiliki pangsa ekonomi cukup besar. Kondisi inilah yang membuat perekonomian di Sumatera Utara bisa mempengaruhi perekonomian di pulau Sumatera.

“Saat ini pangsa ekonomi di Sumatera Utara sebesar 23 persen di pulau Sumatera, sehingga ekonomi Sumut bisa pengaruhi ekonomi Sumatera,” kata Wiwiek dihadapan puluhan wartawan unit BI Sumatera Utara pada acara pelatihan dan gathering wartawan Kota Medan 2019 di Taman Simalem Resort Kabupaten Karo, baru-baru ini.

Orang nomor satu di BI Sumatera Utara menyebutkan, pangsa ekonomi di Bengkulu hanya 2%, sedangkan Sumatera Barat 7%, Aceh 2,25%, Bangka Belitung 2%. “Jika ekonomi Sumut bisa menggeliat 6% saja sudah bisa dampak ke ekonomi yang cukup besar ke ekonomi Sumatera. Jadi, masyarakat Sumut harusnya berbangga hati karena provinsinya memberi pangsa ekonomi besar pada Sumatera,” ujarnya.

Masih kata Wiwiek, tahun ini prospek ekonomi menguat didukung berkelanjutannya proyek-proyek strategis multiyears di Sumatera Utara serta perbaikan daya beli masyarakat.

Dinyakininya, prospek pertumbuhan ekonomi Sumut 2019 ke depan menguat didukung berlanjutnya proyek-proyek strategis multiyears di Sumut serta perbaikan daya beli masyarakat. Tercatat pertumbuhan ekonomi Sumut mencapai 5,25 persen tumbuh sedikit lebih rendah dari triwulan I 2019 (5,30%).

Pencapaian tersebut lebih tinggi dari nasional (5,05%) dan Sumatera (4,62%) dengan pangsa pasar ekonomi Sumut 23,18 persen yang merupakan terbesar pangsanya di antara provinsi lainnya di Sumatera.

Dia menilai perlambatan disebabkan oleh kontraksi dari sisi ekspor sejalan dengan perlambatan ekonomi global serta penurunan harga komoditas kelapa sawit di pasar internasional. Namun demikian, perekonomian masih ditopang perbaikan konsumsi rumah tangga didukung realisasi THR menjelang HBKN Ramadan dan Idulfitri.

Sedangkan investasi juga meningkat terutama dari komponen bangunan seiring dengan realisasi belanja modal pemerintah yang sudah mulai berjalan. Dari sisi lapangan usaha, perlambatan ekonomi disebabkan sektor industri pengolahan terutama pada subsektor industri makanan dan minuman serta tembakau.

Menurutnya secara historis, pertumbuhan ekonomi masih cukup stabil jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. ” Secara spasial, pertumbuhan Sumut merupakan yang tertinggi ketiga di antara 10 provinsi di Sumatera,” tandasnya.

Ia menyebutkan, neraca perdagangan Sumut juga masih tercatat surplus di tengah tekanan eksternal mencapai US$1,91 miliar dengan komoditas ekspor utama yakni, lemak dan minyak nabati (US$1,58 miliar), karet dan barang dari karet (US$0,59 miliar) dan produk kimia (US$0,50 miliar).

Sedangkan komoditas impor utama yaitu, mesin dan pesawat mekanik (US$0,15 miliar), ampas/sisa industri makanan (US$0,07 miliar) serta plastik dan barang dari plastik (US$0,08 miliar).

Ditambahkannya ekonomi Sumut 2019 diperkirakan dapat tumbuh lebih tinggi dari 2018 yakni di kisaran 5,1-5,5 persen. Optimisme ini terutama didorong peningkatan pertumbuhan konsumsi pemerintah serta perbaikan net ekspor yang cukup signifikan. Di tengah kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi yang sedikit mengalami perlambatan dari tahun sebelumnya.

Diakuinya, meskipun diprakirakan dapat tumbuh lebih tinggi, ekonomi Sumut tetap memiliki resiko yakni resiko upside dan downside. Resiko upside kata Wiwiek berupa rencana percepatan penerapan program Biodiesel 30 dan intensitas pembangunan dari proyek infrastruktur pemerintahan baru yang lebih tinggi melebihi perkiraan awal khususnya di semester II 2019.

Sementara, resiko downsidenya berupa penurunan WTV akibat perlambatan ekonomi global yang lebih dalam dari perkiraan semula, perlambatan harga CPO internasional akibat peningkatan produksi minyak nabati lainnya dan dampak black campaign serta tren peningkatan harga pangan dan tiket pesawat yang dapat menahan konsumsi dan aktivitas pariwisata.***ADI WASGO

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*