11 April 2019

TGB Ajak Ulama Dinginkan Suasana


MUHAMMAD Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengajak ulama, ustaz, kiai, dan para tokoh agama memberikan narasi-narasi yang mendinginkan suhu politik menjelang pencoblosan 17 April.

Demikian disampaikan TGB dalam acara One Day Training With TGB bertajuk ‘Mewujudkan Islam Wasathiyah Memperkokoh Ukhuwah Wathoniyah’ di Pusdai Jabar, Kota Bandung, Kamis (11/4/2019).

Menurut dia, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 adalah pesta demokrasi dan kontestasi politik. Dengan begitu, berbeda pilihan sah saja. Namun tetaplah memberikan narasi-narasi yang tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan, persatuan dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Kontestasi politik jangan saling menghancurkan dan ajang saling fitnah karena kita adalah bersaudara dan satu rumah besar bernama Indonesia,” tegas dia.

Dalam beberapa hari menjelang pencoblosan, hendaknya narasi yang perlu diperbanyak dihadirkan di tengah masyarakat tentang betapa pentingnya mengutamakan persaudaraan di atas perbedaan pilihan calon presiden, partai, atau calon legislatif.

TGB juga mengimbau kepada seluruh lapisan masayrakat agar tidak mudah terpengaruh atas sebaran informasi yang sengaja disebar melalui media sosial.

“Lakukan tabayun terlebih dahulu, karena semasa tahun politik ini, cukup banyak berita bohong (hoaks) yang sengaja diproduksi dan disebar melalui media sosial oleh pihak tertentu. Untuk kita harus berani melawan hoaks,” tegas dia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa dakwah paling ampuh adalah dengan kekuatan akhlak. “Salah satu dakwah terbaik menurut saya adalah akhlak. Misalkan kita tidak hafal banyak ayat, hadis, tapi dengan akhlak kita bisa jadi contoh,” ungkap pria yang kerap disapa Emil itu.

Menurut Emil, akhlak merupakan keteladanan, yang bisa menginspirasi individu lainnya untuk melakukan hal serupa. Menurut dia, selain dengan hafal ayat Alquran dan hadis, seorang bisa berdakwah dengan akhlak, budi pekerti luhur.

Emil pun memberikan contoh Ustaz Syamsi Ali yang berdakwah di New York, Amerika Serikat, dengan mencontohkan akhlak mulia kepada orang-orang di lingkungannya.

Sehingga, sambung Emil, Ustaz Syamsi Ali menjadi muslim yang disukai di Negeri Paman Sam. “Imam Syamsi Ali sudah meng-Islam-kan banyak orang, kebanyakan bukan karena di-papatahan, dinasihati, tapi karena akhlaknya,” katanya.***miol

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*