7 April 2019

Guaido Serukan Demonstrasi Tekan Maduro


PEMIMPIN oposisi Venezuela, Juan Guaido, mendesak para pendukungnya untuk melakukan demonstrasi. Gerakan itu dilakukan untuk meningkatkan tekanan pada kepemimpinan Presiden Nicolas Maduro, di tengah meluasnya kemarahan publik.

Ribuan pendukung oposisi akan berjalan melalui wilayah ibu kota, Caracas, Sabtu pagi waktu setempat. Perebutan kekuasaan Venezuela diperparah pemadaman listrik dan minimnya pasokan air.

Guaido yang diakui sebagai presiden interim oleh sekitar 50 negara, menyerukan kepada pendukungnya untuk tetap kuat dalam pertempuran. “Pertarungan ini demi kehidupan rakyat Venezuela,” bunyi cicitan Guaido.

Sebelumnya, Maduro menyalahkan AS atas sabotase pemadaman listrik yang terjadi belum lama ini. Dia ikut menggencarkan demonstrasi propemerintah di Caracas, sekaligus mendesak pendukungnya turun ke jalan untuk mendorong perdamaian.

Awal pekan ini, Guaido menyampaikan kekhawatirannya akan diculik sejumlah agen pemerintah. Tepatnya, setelah anggota parlemen pro-Maduro mencabut imunitas parlementernya Selasa lalu. Itu memberikan kewenangan pada pengadilan tinggi negara untuk menuntut Guaido karena mendeklarasikan diri sebagai presiden.

AS merupakan salah satu negara pertama yang mengakui Guaido sebagai presiden interim Venezuela. Deklarasi Guaido sebagai presiden interim direspons negara-negara luar, yang terus meningkatkan tekanan kepada Maduro untuk mundur. Seperti Wakil Presiden AS, Mike Pence, yang mengumumkan sanksi baru terhadap 34 kapal milik perusahaan minyak negara Venezuela, serta dua perusahaan yang mengirim minyak mentah ke Kuba.

“Kami terus mengerahkan seluruh tekanan diplomatik dan ekonomi, demi mewujudkan transisi damai menuju demokrasi. Hasil minyak Venezuela ialah milik rakyat Venezuela. Maduro sebaiknya tidak menguji tekad AS,” ujar Pence saat berpidato di Houston, Texas.

Langkah terbaru AS mencuat di tengah upaya menutup pendapatan pemerintah yang mengalami krisis finansial, tapi masih menggenggam kekuasaan. Pemerintah Venezuela di bawah kepemimpinan Maduro didukung Tiongkok dan Rusia.

Sanksi AS dikeluarkan jelang pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Rabu mendatang. Pertemuan itu diinisiasi AS untuk membahas krisis kemanusiaan yang kian parah di negara Amerika Latin. “AS mendesak dunia menolak rezim Maduro yang gagal. Kita harus berdiri bersama rakyat Venezuela dan membantu mengakhiri krisis kemanusiaan,” tegas Pence.

Perekonomian Venezuela hancur imbas jatuhnya ekspor minyak mentah, berikut sanksi internasional terhadap kepemimpinan Maduro. AS dan sekutunya memandang presiden sosialis mengambil sumpah jabat-an yang tidak sah pada Januari lalu karena kemenangannya dalam pemilu diwarnai kecurangan. Di sisi lain, rakyat Venezuela berhadapan dengan persoalan malnutrisi dan berbagai penyakit saat perekonomian negara kian melemah.***miol

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*