4 Maret 2019

SMSI Sumut Dukung Kapoldasu Berantas Hoax

Senin, 4 Maret 2019


MEDAN—Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara (Sumut) mendukung sikap tegas Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH memberantas penyebar berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian melalui media internet.

“Mari kita dukung langkah-langkah Pak Kapoldasu dan Kepolisian RI secara umum untuk memberantas siapa pun orangnya, kelompok, golongan, perorangan yang punya iktikad memecah belah masyarakat dengan menyebarkan berita-berita yang sifatnya fitnah,” ujar Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung, Senin (4/3/2019) di Medan.

Hal ini disampaikannya didampingi Sekretarisnya Erris J Napitupulu dan Wakil Ketua Chairum Lubis terkait tindakan tegas yang dilakukan Kapolda Sumut terhadap penyebar berita hoaks menjelang pemilihan Legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

SMSI Sumut juga mengapresiasi langkah kepolisian yang cepat dan tanggap, apalagi terkait komitmen Kapolri membentuk satgas untuk menangkal hoax di media sosial.

Ketua SMSI menilai pemberantasan penyebaran berita bohong penting agar tidak memecah belah masyarakat. “Ini harus ditindak. Ada hukumnya, ada aturannya. Media sosial harus dimanfaatkan untuk berkomunikasi, saling menyampaikan info yang benar,” tuturnya.

Dia mempersilakan pengguna media sosial untuk mengkritik agar terjadi perubahan yang lebih baik, tetapi tidak menghujat, menghina serta memfitnah. Untuk pembuat berita yang tidak benar, apalagi menghasut rasa persatuan dan kesatuan bangsa, pihaknya menegaskan berkomitmen bersama Polri dalam memberantasnya.

Dengan sikap tegas ini lanjutnya Kapoldasu mampu memposisikan diri sesuai fungsinya, mengayomi dan sebagai pemegang amanah dalam pelayan penegakan hukum di masyarakat demi terciptanya kondisi yang kondusif di wilayah kerjanya.

Zulfikar Tanjung mengingatkan masyarakat khususnya generasi muda yang notabene kaum millenial pemilih pemula di pesta demokrasi legislatif maupun Pilpres tahun ini, menjauhi diri dari pemberitaan palsu atau berita bohong yang disebut hoax.

“Waspada ! Kaum millenial dekat dengan gadget. Hati-hati hoax. Jangan karena iseng, lalu sembarangan share berita di medsos, lalu terjebak hoax dan terperangkap persoalan hukum. Ingat, UU ITE menunggu,” tegasnya.***Wasgo

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*