22 Februari 2019

BBM Satu Harga Hadir di Pulau Buru


PENYEDIAAN Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di Desa Waimangit, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Jumat (22/2/2019), merupakan salah satu perwujudan Nawacita yang digagas oleh Presiden Joko Widodo. Hal tersebut disampaikan Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial.

“BBM satu harga ide murni Presiden, itu betul sekali. Dapat saya sampaikan, arahan Presiden di salah satu butir nawacitanya, yang mengatakan bahwa kita bangun Indonesia dari pinggiran, itu terwujud. Dengan cara menyediakan energi secara merata dan yang paling terpenting harganya terjangkau, ya ini prinsip dari BBM satu harga,” ungkap Ego saat peresmian BBM Satu Harga di Pulau Buru mewakili Menteri ESDM Ignatius Jonan, Jumat (22/2/2019).

Kehadiran BBM Satu Harga di wilayah Pulau Buru, kata Ego, juga membantu mengakselerasi roda perekonomian masyarakat setempat. Kini, masyarakat Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru dan sekitarnya mendapatkan BBM, baik Solar maupun Premium dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu Rp6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp5.150 per liter untuk Solar.

Sebelumnya, warga setempat yang mayoritas petani dan nelayan harus membeli BBM Solar dengan harga sekitar Rp10 ribu dan BBM Premium dengan harga sekitar Rp9 ribu.

Pemerintah, kata Ego, juga sangat mengapresiasi kerja keras dan perjuangan PT Pertamina (persero) dalam merealisasikan BBM Satu Harga di daerah sulit seperti di Pulau Buru ini. Usaha ini cerminan nyata bahwa PT Pertamina (Persero) melayani kebutuhan rakyat secara merata di seluruh pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan yang terpenting dengan harga yang terjangkau.

“Upaya pemerataan energi melalui BBM Satu Harga merupakan usaha yang luar biasa, agar mampu menggerakkan sektor-sektor ekonomi, termasuk di Buru yang masuk wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) dan ini adalah BBM Satu Harga satu-satunya di Pulau Buru,” kata Ego.

Dalam peresmian ini juga dihadiri oleh Kapolda Provinsi Maluku, Inspektur Jenderal Royke Lumowa, Bupati Kabupaten Buru, Bapak Ramly I. Umasugi, Ketua DRPD Kabupaten Buru, Bapak Iksan Tinggap, General Manager MOR VIII PT. Pertamina (Persero), Iin Febrian, Kepala Camat Air Buaya, Bapak Karim Gailea dan beberapa pejabat Pemda setempat.

Menurut Ego, kemudahan akses juga menjadi keberkahan lain bagi masyarakat Buru. Sebelum adanya BBM Satu Harga mereka mesti menempuh lebih dari 80-90 Km ke SPBU Namlea dan 60 Km ke APMS Lala Desa Waplau melalui jalur darat.

“Ini tugas pemerintah memberikan BBM secara merata, sangat tidak adil masyarakat kecamatan Air Buaya harus 80-90 km ke SPBU Namlea. Jadi, hari ini kami hadir untuk dapat menyediakan energi secara merata, sesuai arahan bapak presiden yang sebut harganya harus terjangkau,” ucap Ego.

Penyediaan BBM di SPBU Kompak Kecamatan Air Buaya Kabupaten Buru diketahui sudah beroperasi sejak 28 September 2018 ini dipasok dari Terminal BBM Namlea sejauh kurang lebih 100 Km atau sekitar kurang lebih 3 (tiga) jam jalan darat dengan alokasi perbulan sekitar 60 Kiloliter (KL) untuk Premium dan Solar sebanyak 20 KL.

SPBU tersebut akan melayani sekitar 2.825 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 11.299 jiwa. Usai peresmian, salah satu warga bernama Ida (46) seorang pegawai swasta mengungkapkan bahwa dirinya dan masyarakat setempat merasa mendapatkan manfaat akibat program ini.

“Senang sekali dengan adanya ini karena lebih murah. Bikin mudah dan senang. Kami tidak susah-susah lagi ke Namlea beli minyak, di sini aja. Kalau ke Namlea itu jauh banget, kalau dari pagi bisa sampai jam 11 siang kesana. Terima kasih banyak atas program ini karena untuk mempermudah masyarakat. Ini minyaknya sudah murah, Alhamdulillah,” jelasnya saat diwawancarai Media Indonesia.***miol

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*