19 Februari 2019

Kritik LRT-Trans Sulawesi

JK Yakin Justru Naikkan Elektabilitas Jokowi

Indonesia Vice President Jusuf Kalla gesture during an interview in Jakarta, October 27, 2015. Indonesia is considering declaring a national emergency over fires that have been smoldering across the archipelago for weeks, sending haze drifting across much of Southeast Asia, the vice president said on Tuesday. REUTERS/Beawiharta

JAKARTA—Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakui kerap mengkritik pemerintah, termasuk soal proyek LRT dan Trans Sulawesi. Meski begitu, JK yakin justru kritiknya akan menaikkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi).

“Bapak yakin tak akan mengurangi elektabilitas Pak Jokowi?” tanya wartawan di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

“Ah tidak. Justru mungkin akan naik, berarti pemerintah memperhatikan harus efisien. Justru kalau pemerintah boros bisa turun elektabilitasnya pemerintah. Dalam hal ini Pak Jokowi. Tapi karena kita akan mengubah menjadi efisien akan bisa naik. Jangan lupa itu,” jelas Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf itu.

JK pernah mengkritik pembangunan LRT yang tidak efisien karena dibangun secara melayang atau elevated karena harganya akan jauh lebih murah. Menurut JK, kritik terkait pembangunan LRT disampaikannya di depan para konsultan.

“Bahwa ya memang kasus LRT itu ya di luar kota kenapa harus elevated? Karena menurut Menteri Perhubungan, resmi di Sidang Kabinet, kalau di bawah itu ongkosnya 10 persen aja dibanding di atas,” jelasnya.

Kritik lainnya yang dilayangkan JK terkait pembangunan Trans Sulawesi. JK menilai sebaiknya jalur Trans Sulawesi diperuntukkan buat mengangkut batu bara dan semen.

“Sayak kritik kemudian saya kasih solusi. Sama dengan LRT, Apa solusi? Saya kasih ke bawah. Kalau tidak, Rp 20 triliun hilang percuma. Iya kan. Jadi bukan soal asal kritik. Saya ingin menghemat uang negara,” tegasnya.***dtk

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Subscribe to our Channel