18 Februari 2019

Trump Minta Eropa Terima Ratusan Anggota ISIS yang Ditangkap di Suriah


WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan negara-negara Eropa harus menerima dan mengadili lebih dari 800 anggota kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, yang tertangkap di Suriah.

Kalau negara-negara Eropa menolaknya, kata Trump melalui Twitter, AS akan membebaskan mereka dan mungkin mereka akan masuk ke Eropa.

Para pejabat Inggris dan Prancis mengisyaratkan, mereka mungkin menolak menerima kembali warga mereka yang telah bergabung dengan kelompok militan di Suriah.

Pernyataan Trump yang dimuat di akun Twitternya muncul ketika pasukan Kurdi yang didukung AS melanjutkan serangan terhadap kantong terakhir ISIS di wilayah Baghuz di dekat perbatasan Suriah-Irak.

Anggota kelompok ISIS ditangkap dan ditahan oleh pasukan yang dipimpin kelompok Kurdi.

Sebelumnya Trump mengatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan kelompok Negara Islam atau ISIS yang mendukung kekhalifahan IS “akan segera runtuh”.
Mengapa Trump meminta Eropa agar menerima ekspetempur ISIS?

Trump mengatakan dalam cuitannya di Twitter: “AS tidak ingin menyaksikan para petempur ISIS ini menyebar ke Eropa, seperti yang mereka inginkan. Kami sudah melakukan banyak hal. Sudah saatnya bagi pihak lain mengambil langkah dan melakukan tugasnya sesuai kemampuannya.”

Kalau negara-negara Eropa menolak menerima mereka, katanya, AS akan terpaksa membebaskan mereka.

Melalui pejabat terkaitnya, Trump juga mengatakan kepada surat kabar Sunday Telegraph bahwa mereka khawatir sejumlah petempur ISIS yang ditahan akan membahayakan negara-negara Eropa kecuali mereka nantinya diadili.

Pernyataan Trump ini menindaklanjuti pernyataan kepala intelijen luar negeri Inggris pada hari Jumat, yang memperingatkan bahwa kelompok yang menamakan diri Negara Islam tengah memperkuat diri sasi untuk melakukan serangan lebih lanjut, walaupun mengalami kekalahan di Suriah.

Kepala intelijen luar negeri Inggris Alex Younger juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang para jihadis yang kembali ke Eropa, karena latar belakang keterampilan dan konektisitas mereka yang “berbahaya”.

Pernyataan Trump ini juga muncul di tengah kontroversi yang sedang melanda Inggris terkait kasus Shamima Begum, satu dari tiga remaja yang meninggalkan London pada 2015 untuk bergabung dengan ISIS.***dtk

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*