1 Februari 2019

Bocah Korban Pengeroyokan Kelas di Pekalongan Alami Luka Dalam


PEKALONGAN—Bocah Korban Pengeroyokan Kelas di Pekalongan Alami Luka Dalam AM, korban pengeroyokan kakak kelas di Pekalongan. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan – Viral video penganiyaan seorang bocah dikeroyok kakak kelasnya di Pekalongan. Korban mengaku sempat dua kali pingsan pada saat kejadian. Kini dia mengalami luka dalam akibat tindak kekerasan yang dia terima.

Korban adalah AM (14) warga Desa Pajomblangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Saat detikcom berkunjung ke rumahnya, Jumat (1/2/2019) sore, kondisi korban sudah bisa duduk dan berbicara.

Dia menceritakan pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (16/1) lalu. Usai pulang sekolah, ada 3 temanya menjemput dan memaksa korban dibawa di sebuah musala di kompleks sekolahan. “Di situ dikeroyok oleh enam orang dari jam tiga sampai jam lima sore,” paparnya kepada detikcom.

Video sadis yang tersebar itu, kata dia, hanyalah potonagan kecil penganiayaan. Korban mengaku mengalami penganiayaan yang lebih berat. Selain dipukul dan ditendang, dia juga dua kali dinjak-injak.

“Dikeroyok sampai jam lima sore. Dinjak-injak juga. Saya gak ingat apa-apa, pingsan. Bangun terus dikeroyok, pingsan lagi. Tahu-tahu sudah di rumah,” kata korban.

Bocah Korban Pengeroyokan Kelas di Pekalongan Alami Luka DalamAM kini mengalami luka dalam dianiaya kakak kelas. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Ironisnya pasca penganiayaan tersebut beberapa pelaku justru mengantarkan korban dalam kondisi pingsan ke rumahnya. Namun saat itu tidak mengatakan apa-apa. “Ya saya kira tidak ada kejadian apa-apa. Mereka masuk kamar terus pergi,” kata Suyati (42), ibu korban.

Pagi harinya, AM enggan ke sekolah. Suyati yang masih belum mengetahui kejadian yang menimpa anaknya, masih berusaha memaksa namun AM tetap menolak berangkat.

Suyati baru tahu kejadian itu ketika diberitahu oleh kakak AM yang mengetahui adanya video viral di grup percakapan medsos. “Kenapa mereka kejam dan mengkeroyok anak saya seperti itu,” kata Suyati sembari terisak nangis.

“Kami sudah ke kantor polisi. Anak saya juga sudah dimintai keterangan. Videonya juga sudah diperlihatkan, dengan surat rumah sakit,” tambah Amat Kasirun (45), ayah korban.

Dari pemeriksaan medis, kata Kasirun, AM mengalami luka dalam. Saat ini AM sering merasakan sesak nafas dan bagian punggung dan perut terasa berat. “Luka lebam sudah mulai hilang. Besok kita cek (kesehatan) lagi disuruh dokter,” kata Kasirun.

Hingga saat ini para pelaku maupun orang tuanya, belum ada inisiatif untuk meminta maaf kepada AM dan keluarga petani desa tersebut. “Semoga anak saya saja yang mengalaminya,” imbuh Suyati.***dtk

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Subscribe to our Channel