20 Januari 2019

Tim Gabungan Kembali Amankan 6 Unit Bus


MEDAN—Tim Gabungan Pemko Medan kembali melanjutkan penertiban termina (pool) liar yang masih beroperasi di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (19/1). Selain tidak memiliki izin, keberadaan pool liar selama ini sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Dalam penertiban itu, tim gabungan mengamankan dan menahan sementara 6 unit bus serta menunda perjalanan.

Kali ini tim gabungan yang dipimpin langsung Kadis Perhubungan (Kadishub) Kota Medan Renward Parapat menurunkan 38 personel dengan perincian 26 personel dari Dishub Medan, Dit Samapta Poldasu (10 personel) dan Satlantas Polresek Patumbak (2 personel). Penertiban dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan target poll bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) di sepanjang Jalan Sisingamangaraja.

Dikatakan Renward, selain pool bus AKAP/AKDP, kenderaan bermotor yang parkir sembarangan dan berlapis sehingga memicu terjadinya kemacetan juga menjadi target dalam penertiban tersebut. “Melalui penertiban yang dilakukan ini diharapkan tak ada lagi pool bus yang beroperasi di sepanjang Jalan Sisingamangaraja,” kata Renward.

Penertiban berjalan dengan lancar, tim gabungan pun menertibkan sejumlah pool bus baik AKAP maupun AKDP yang masih beroperasi. Sebanyak 6 unit bus diamankan dan ditahan sementara yakni Bus PT Bayu 1 unit, Bus PT Putra Melayu (1 unit) serta Bus PT KBT (4 unit). Di samping itu tim gabungan juga menunda perjalan bus yang akan berangkat guna memberikan efek jera.

“Sepanjang Jalan Sisingamnagaraja ini tidak diperkenankan ada terminal atau pun bus baik AKAP maupun AKDP beroperasi. Kita telah menyediakan tempat yang baik yakni Terminal Terpadu Amplas. Untuk itu penertiban terus kita lakukan sehingga Jalan Sisiingamangaraja bersih dari pool buas!” tegasnya.

Selain mengamankan 6 unit bus, Renward dalam penertiban itu minta kepada pemilik pool untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengoperasikan pool tersebut. Dalam surat pernyataan itu juga, pengusaha atau pemilik poll menyatakan bersedia menerima sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.***put

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*