17 Januari 2019

Pemilu Kian Dekat, Menkominfo: Jangan Sebar Hoaks


MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dan kritis menanggapi berbagai isu politik pada masa pemilu ini. Publik diimbau untuk tidak mudah termakan hoaks.

“Pemilu itu pesta demokrasi jadi harus menyenangkan. Yang namanya pesta, tidak ada pesta apa pun yang datang pada berantem semua. Untuk mengurangi kemungkinan permusuhan kurangilah hoaks. Intinya, jangan sebarkan hoaks,” kata Rudiantara ditemui seusai kunjungan di Gedung Media Group, Jakarta, Kamis (17/1).

Menurutnya, kecerdasan menanggapi derasnya hoaks diperlukan untuk meminimalisasi perselisihan di masyarakat. Di samping itu, menyebarkan hoaks sebenarnya juga merugikan masyarakat.

“Dahulu, yang bayar hanya si penelepon. Tapi di era komunikasi dengan data saat ini yang menelepon, mengirim pesan, dan mengirim video, penerima dan penyebarnya juga bayar data. Jadi kalau menerima hoaks sebaiknya langsung hapus saja karena merugikan juga,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Rudiantara, terus mengantisipasi peredaran kabar-kabar bohong di dunia maya dan media sosial. Penindakan terhadap para pembuat dan penyebar hoaks dilakukan bekerja sama dengan kepolisian. “Jika melanggar UU ITE ditindak, kepolisian bergerak bersama Kemenkominfo,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kemenkominfo, setiap bulannya tim khusus kementerian mengidentifikasi rata-rata 70 hingga 80 isu hoaks beredar di masyarakat. Isunya mulai dari politik, kesehatan, hingga kebencanaan.

Hoaks yang teridentifikasi disebarkan kembali ke masyarakat melalui berbagai saluran di internet dan media sosial, salah satunya melalui stophoax.id. Upaya itu sebagai edukasi agar publik bisa membedakan mana yang merupakan hoaks.

“Pendekatan di hilir yakni literasi itu sangat penting dan strategis dalam jangka panjang,” tukas Rudiantara.***miol

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*