6 Januari 2019

Di Balik Kisah Timah Pulau Bangka


BEGITU akan mendarat di Bandara Depati Amir di Kota Pangkapinang, Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), jejak penambangan timah terlihat dari udara. Bukit-bukit gundul dengan alat berat terlihat di antara hutan yang masih hijau.

Kegiatan penambangan timah di Pulau Bangka diperkirakan dimulai pada 1700-an dan kian massif pada 1800-an. Bukti-bukti mengenai jejak pertambangan timah di Pulau Bangka secara lengkap dipaparkan di Museum Timah yang berada di Kota Pangkalpinang. Para pekerja tambang yang datang ke Pulau Bangka sebagian besar dari negeri Tiongkok, salah satunya dari Hakka, Guangdong. Satu lokasi yang menjadi permukiman mereka ialah di Kampung Gedong yang terletak di Desa Lumut, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Kepala Dusun Gedong A Men menuturkan bahwa moyang warga wilayah itu memang datang dari Tiongkok untuk menjadi pekerja tambang timah. Sampai sekarang masih ada rumah khas warga Hakka yang dipertahankan bentuknya. Altar pemujaan agama Konghucu menjadi daya tarik di rumah itu.

Hingga kini, keturunan pekerja tambang dari Tiongkok itu sudah mencapai generasi kedelapan. Pekerjaan mereka sudah beragam. Ada yang masih menambang, tetapi ada pula yang menjadi nelayan dan sebagai perajin kerupuk kemplang.

Jejak para pekerja Tiongkok sebagai penambang juga tercatat di Permakaman Umum Sentosa, sebuah makam yang disebut-sebut terluas di Asia Tenggara. Salah satu makam tertua di lokasi itu ialah makam Paulus Cen Ong Ngie.

Ia disebut sebagai pastor karena menjadi perintis gereja Katolik di wilayah itu, meski sebetulnya ia datang ke Pulau Bangka dari Tiongkok awalnya sebagai pekerja tambang dan sebagai sinse.

Selain meninggalkan jejak para pekerja tambang, pertambangan timah juga menyisakan sesuatu yang unik pascatambang. Yang kesohor, termasuk jadi magnet turisme ialah danau-danau kaolin. Warna yang biru dan hijau sungguh pemandangan cantik yang kontras dengan pemandangan keras saat penggalian.

Perjalanan Bangka sebagai daerah pertambangan timah memang belum berakhir. Aktivitas pertambang­an masih terus berlangsung hingga kini. Tak tahu sampai kapan.***miol

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*