24 November 2018

4 Klaim Dahnil-Fanani yang Diperiksa Polisi soal Dana Kemah


DTK//JAKARTA–Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak diperiksa polisi terkait kasus dugaan penyimpangan dana kemah pemuda. Dahnil diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Dahnil diperiksa Unit Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, pukul 10.23 WIB, Jumat (23/11/2018) kemarin. Polisi menyebut pemeriksaan itu dilakukan karena ada tandatangan Dahnil pada berkas laporan pertanggungjawaban (LPJ) kemah pemuda.

“Yang tanda tangan ketua panitia (Ahmad Fanani), mengetahui Dahnil Anzar,” kata Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan.

Usai diperiksa, Dahnil menjelaskan beberapa hal terkait kasus dugaan penyimpangan dana kemah pemuda tersebut, seperti kegiatan yang merupakan inisiatif Kemenpora. Selain Dahnil, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani yang juga diperiksa sebagai saksi, menyebut pihaknya telah mengembalikan uang Rp 2 miliar ke Kemenpora sebagai bentuk menjaga harga diri.

Berikut 4 klaim Dahnil dan Fanani terkait kasus dugaan penyimpangan anggaran kemah pemuda:

– Kegiatan Kemah Pemuda Inisiatif Menpora

Dahnil Anzar Simanjuntak diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penyimpangan dana apel dan kemah pemuda Islam pada 2017. Dahnil menjelaskan awalnya dia dipanggil Menpora Imam Nahrawi pada September 2017. Dia diundang bersama Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut untuk mendiskusikan sejumlah hal mengenai kondisi kebangsaan terkini.

“Kemudian kami berdiskusi di situ. Pak Menpora prinsipnya menyampaikan ada kekhawatiran beliau terkait dengan potensi konflik horizontal yang semakin meluas karena isu anti-Pancasila, ada isu antitoleransi, kemudian ada tudingan bahwasanya tudingan pemerintah Pak Jokowi anti-Islam. Beliau kemudian ada isu-isu, para ulama dikriminalisasi oleh pemerintahan Pak Jokowi,” kata Dahnil di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Dia menyebut Imam meminta saran kepada Dahnil dan Gus Yaqut untuk membuat situasi lebih kondusif. Imam meminta adanya suatu kegiatan yang bisa dilakukan bersama oleh Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor.

Namun, saat itu, Dahnil tak memberikan jawaban secara langsung. Dahnil mengaku harus mendiskusikannya dengan PP Pemuda Muhammadiyah dan PP Muhammadiyah. Jawaban untuk berpartisipasi dalam kegiatan itu baru direspons Dahnil pada Oktober 2017. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan agar situasi semakin kondusif dan tidak terjadi konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat.

– Dipanggil Sebagai Konsekuensi Kritik Pemerintah

Dahnil juga mengaitkan pemanggilannya itu dengan sikapnya yang kritis terhadap pemerintah. Menurutnya, pemanggilan dan pemeriksaannya terkait dugaan kasus itu pun sebagai konsekuensi atas sikapnya itu.

“Yang jelas, saya sejak awal paham betul konsekuensi dari sikap saya mengkritisi pemerintah, kemudian bersikap terhadap pemerintah. Jadi saya termasuk terhadap pihak aparatur keamanan. Jadi kemudian sekarang nggak tahu dicari-cari apa, nanti kita lihat masyarakat yang akan menilai,” ujar Dahnil.

– Sudah Kembalikan Uang Rp 2 Miliar ke Kemenpora

Ahmad Fanani mengatakan PP Pemuda Muhammadiyah sudah mengembalikan uang Rp 2 miliar ke Kemenpora. Uang itu dikembalikan karena Pemuda Muhammadiyah tak mau dituding melakukan penyimpangan dana dalam kegiatan kemah pemuda Islam pada 2017.

“Kami tim Pemuda Muhammadiyah tertanggal hari ini kami mengembalikan. Ini bukan perkara apa-apa, tapi soal harga diri yang selama ini kami perjuangkan untuk core gerakan PP Muhammadiyah untuk melawan korupsi,” kata Ahmad Fanani setelah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penyimpangan dana kemah pemuda di Polda Metro Jaya, Jumat (23/11/2018).

– Bentuk Kegiatan Berubah

Fanani–yang ditunjuk sebagai ketua kegiatan kemah pemuda dari perwakilan PP Pemuda Muhammadiyah–juga mengatakan terjadi perbedaan program kegiatan. Semula PP Pemuda Muhammadiyah mengajukan usulan kegiatan pengajian akbar, tapi belakangan berubah menjadi kegiatan kemah pemuda Islam pada 2017.

“Kami ajukan pengajian akbar ternyata realisasinya apel. Perubahan itu atas dorongan Kemenpora,” katanya.

Pengajian akbar sempat diusulkan di 5 kota. Namun, karena Kemenpora mendorong perubahan kegiatan, PP Pemuda Muhammadiyah mengusulkan kegiatan kemah pemuda di Prambanan, DIY.***

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*