16 November 2018

Seniman Taiwan Berjuang Selamatkan Seni Boneka


PADA usia 87 tahun, dalang boneka sarung tangan asal Taiwan Chen Hsi Huang adalah bintang film dokumenter baru. Dia mencerminkan tekadnya untuk menghidupkan kembali seni tradisional yang sedang sekarat.

Film yang berjudul Ayah, mengisahkan tentang bagaimana Chen ingin menguasai seni itu dalam bayang-bayang ayahnya, dalang legendaris Li Tian Lu. Tian Lu menarik banyak penonton saat menggelar pertunjukan pada 1950-1970-an. Tian Lu juga muncul di beberapa film.

Dikenal juga sebagai ‘budaixi’, boneka sarung tangan yang tersebar ke Taiwan pada abad ke-19 berawal dari Provinsi Fujian di Tiongkok tenggara. Pertunjukan ini terutama digelar pada acara-acara keagamaan dan festival.

Dalang memainkan boneka sarung tangan kecil di atas panggung kayu yang berornamen. Dalang menyajikan cerita seni bela diri dan sejarah disertai dengan musik rakyat yang hidup.

Chen mengatakan dia menghargai pewayangan tradisional karena dicirikan oleh gerakan halus. Dalang melakukan semua peran, dari seorang wanita muda hingga seorang lelaki tua.

Dia pertama kali membentuk rombongannya sendiri pada usia 23 tahun. Tetapi, ketika bisnis menurun, dia terpaksa membubarkan rombongannya pada usianya yang ke 40 tahun. Kemudian dia menjadi pengajar kerajinan dan terus melakukan pertunjukan dengan kelompok lain di Taiwan dan luar negeri.

Pada usia 79 tahun, termotivasi mulai memudarnya seni ini, karena menghadapi hiburan modern, ia membentuk rombongan baru dan mengajar seni boneka di kelas akhir pekan serta mengajar beberapa murid. “Hanya ada dua atau tiga rombongan tradisional yang tersisa,” katanya kepada AFP.

Dia telah mendapat respons positif dari film dokumenter yang ditayangkan di Taiwan bulan lalu. Film ini disutradarai pembuat film lokal Yang Li Chou selama 10 tahun.

“Saya khawatir orang-orang mungkin tidak memahami film itu. Tetapi, anak muda malah suka. Bahkan saat mereka belum pernah menonton budaixi sebelumnya. Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka menyukainya dan boneka itu luar biasa,” kata Chen.

Anak didik Chen saat ini, Chen Wei You, ialah bagian dari bagian dari rombongan yang menjalankan sekitar 150 pertunjukan boneka setahun.

“Kakek saya sebenarnya mengatakan kepada saya untuk mencari ‘pekerjaan yang lebih baik’, tetapi saya memilih karier ini karena saya tertarik,” kata pria berusia 32 tahun itu.

Puluhan pelajar dari segala usia menghadiri kelas Chen di Puppetry Art Center yang didanai pemerintah di Taipei setiap Sabtu.

Seorang siswa, Hung Wei Heng, 10, mengatakan dia tertarik untuk mempelajari boneka karena sangat keren.

“Saya ingin belajar cara mengoperasikan boneka dan membuat gerakan,” katanya.

Master boneka Chen bersumpah untuk terus melakukan dan mengajar selama dia masih kuat.

“Saya belum menyelesaikan karya seni ini sehingga saya tidak bisa pensiun,” katanya.

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*