15 November 2018

Mendagri: Pemilu Bukan Perang


miol/JAKARTA
MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan pemilu bukan hanya kontestasi melainkan juga festival. Semua kontestan terutama rakyat diharapkan merasakan antusiasme dan kegembiraan selama pesta demokrasi berlangsung.

“Substansi pemilu adalah sebuah kontestasi dan festival bukan war (perang). Secara sederhana pemilu adalah upaya saling mendahului bukan saling mengalahkan apalagi saling menghancurkan,” ungkap Tjahjo di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Ia kembali menegaskan kontestasi dan festival merupakan esensi pemilu. Esensi tersebut ia tuangkan secara spontan lewat catatan malam setelah melakukan renungan mendalam.

“Dalam kontestasi pasti ada posisi lebih dulu atau posisi lebih unggul. Namun demikian, yang menang adalah tetap rakyat,” lanjut Menteri asal PDI Perjuangan tersebut.

Renungan dan catatan substansi pemilu yang Tjahjo Kumolo ungkapkan tentu tidak berlebihan. Separuh hidupnya dihibahkan untuk berorganisasi, baik ormas maupun partai politik sampai ia sekarang diberi amanah sebagai menteri dalam negeri pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

Menurut Tjahjo, bangsa yang ingin maju dan mendambakan perubahan seyogiyanya tahu makna pemilu. Pemilu memiliki makna strategis dalam proses berdemokrasi, pemenang sesungguhnya adalah rakyat.

“Pemilu dinamakan juga pesta demokrasi. Sebagaimana layaknya pesta, tentu diharapkan semua kontestan merasakan antusiasme dan kegembiraan. Yang menang adalah tetap rakyat,” tandasnya.

About informasi terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*